Senin, 15 Juli 2019

Budidaya Hewan Udang Vaname Hasilkan Untung Besar, Berani Coba?



Bisnis budidaya hewan mungkin bukan ide usaha yang anda favoritkan. Ya, pikiran ini wajar terjadi mengingat budidaya hewan adalah bisnis yang amat membutuhkan trik dan strategi khusus, serta pengetahuan yang mendalam terkait dunia peternakan. Namun, tak ada yang salah jika anda mau mempelajarinya. Sebab, hasil bisnis budidaya hewan termasuk menjanjikan. Apalagi, jika berurusan soal hasil sumber daya perikanan seperti udang.

Sudah kurang lebih dua tahun ini, yakni sejak tahun 2017, budidaya hewan udang vaname sedang hits di daerah pesisir Lampung dan sebagian daerah di Pulau Jawa. Mahalnya harga jual udang vaname membuat banyak wiraswasta yang mencoba budidaya ini. Jika anda juga tertarik, anda harus membaca informasi berikut ini terlebih dulu.

Coba Budidaya Hewan Udang Vaname


Budidaya hewan udang vaname memang menjanjikan. Jenis udang vaname merupakan udang yang hidup di air payau, sehingga vaname bisa di budidaya di daerah yang dekat dengan daerah laut. Meskipun tidak sebesar udang windu, ukuran udang vaname juga cukup besar. Hewan ini bisa berkembang hingga puluhan ribu bahkan jutaan ekor jika dirawat dengan baik. Sehingga kuantiti dari hasil budidayanya begitu menarik.

Meskipun begitu, modal yang diperlukan untuk budidaya ini juga cukup besar karena membutuhkan lahan dan biaya lainnya sebagai berikut:

  • Lahan
  • Kolam Rp 7 juta
  • Blower Rp 4,5 juta
  • Peralatan suplai oksigen Rp 5 juta
  • Benih udang Rp 2 juta
  • Pakan udang Rp 3,65 juta (Rp 365 ribu per karung, estimasi stok 10 karung pakan)
  • Tenaga kerja Rp 750 ribu


TOTAL Rp 22,9 juta (belum termasuk lahan)

Itu lah perkiraan modal awal memulai bisnis budidaya hewan udang vaname. Anda bisa memulai dengan modal awal Rp 20 juta-an. Selain dibudidaya dengan tambak dengan tekstur tanah berlumpur, udang vaname juga bisa dikembangbiakkan dengan kolam terpal. Namun, kualitas air kolam tetap harus anda pantau agar tetap stabil.

Baca juga: Ini Budidaya Beromzet Ratusan Juta yang Bisa Kamu Kerjakan di Rumah

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan


Dalam pengerjaan budidaya ini, pemilik biasanya juga berkonsultasi dan didampingi bisnisnya dengan seorang ahli ilmu perikanan. Dia lah yang membantu memantau kualitas udang. Sebab pertumbuhan rentan dengan penyakit maupun kemungkinan buruk lainnya. Jasa seorang ahli perikanan ini tidak gratis, namun juga tidak membebankan pemilik. Umumnya, sistem bagi hasil diberlakukan sesuai kesepakatan.

Masa pengembangan bibit udang hingga usia siap panen adalah sekitar 100 hari. Namun, dalam beberapa kondisi, udang akan mengalami dua kali panen pada masa itu. Yang pertama adalah panen skala kecil, yang dilakukan saat jumlah udang pada kolam sudah terlalu banyak (meskipun ukurannya belum membesar).

Panen kecil ini harus dilakukan agar meminimalisir udang yang saling memakan sesamanya alias kanibal. Sebab sifat udang adalah hewan yang kompetitif membuatnya tak bisa hidup dengan hewan sejenis yang jumlahnya terlalu banyak dan merusak daerah kekuasaannya. Udang vaname diberi porsi pakan tiga kali sehari (pagi, siang dan sore).

Untuk hasil, udang vaname ukurang sedang dihargai Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu-an per kilogram. Hasil panen bisa menembus puluhan kilo, bahkan angka kwintal. Tergantung dengan kesuksesan perkembangan udang dan besar kolamnya.

Namun, ada hal-hal yang perlu anda perhatikan pula. Yakni soal perawatan, kesehatan, jumlah pakan yang dikonsumsi, kualitas air dan oksigen, serta tingkat perkembangbiakan udang itu sendiri.

Jadi, bagaimana? Apakah anda tertarik mengikuti bisnis ini? Anda juga bisa berbisnis ternak lainnya dengan membaca info di artikel berikut:
https://www.cekaja.com/info/ingin-bisnis-ternak-5-hewan-ini-pilihannya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar